Pancasilaku dan Budayaku Pada Masa Globalisasi

  • Bagikan

Oleh: Mario Efren Yamba Kodi, Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang. 

Pancasila adalah dasar negara Indonesia dan idelogi bangsa Indonesia. Dalam pancasila ada kaitan dengan kebudayaan, karena kebudayaan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, dan budaya yang berarti suatu yang mengandung cinta rasa.

Budaya juga mempunyai kaitan dengan nilai-nilai pancasila, menjadi pedoman bersosial dan berbudaya. Tanpa pancasila tidak ada bangsa Indonesia karena pancasila dilahirkan oleh bangsa indonesia. Nilai-nilai pancasila sudah ada dalam kehidupan bangsa Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945 saat itu.

Pancasila juga lahir dari filosofis bangsa indonesia .Dalam budaya Indonesia mempunyai nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila pancasila yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Dari nilai-nilai tersebut mencerminkan bangsa Indonesia sebagai negara yang kaya akan perbedaan budaya tetapi disatukan oleh nilai-nilai pancasila tersebut.

Kehadiran budaya juga sangatlah bernilai bagi bangsa Indonesia karena budaya merupakan kekayaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Dalam budaya Indonesia mempunyai nilai-nilai yang sangat berguna yakni nilai kebenaran, nilai estetis, nilai moral, dan nilai religius/ agama.
Pada masa ini tidak mudah menciptakan kebudayaan dengan ciri khas Indonesia yang berdasarkan pancasila. Dalam lingkup budaya sekarang lebih keindividualisme, dalam lingkup budaya yang kurang baik. Budaya termasuk juga dalam sikap, etika, dan karakter bangsa Indonesia.

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kebudayaan, pulau, bahasa, dan adat istiadat. Sekarang kebudayaan Indonesia semakin luntur di zaman globalisasi ini. Apa lagi pada zaman modern ini budaya semakin di lupakan oleh masyarakat Indonesia.

Budaya yang semakin menurun saat ini akan berdampak pada generasi berikutnya. Makanya peran nilai-nilai pancasila perlu didorong dengan serius oleh para elit negara, sehingga dapat tercipta negara yang berdaulat dan hidup dalam falsafah Pancasila. Contohnya, semaki lunturnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial. Selain itu, lunturnya budaya asli dapat dilihat dari cara berbusana, dan lebih menyukai gaya-gaya kebaratan/luar negri sehingga produk dalam negri semakin tidak diminati.

Di era globalisasi ini peran pancasila tentulah semakin baik tetapi mempunyai dampak negatif juga, dapat dilihat dari masuknya budaya barat yang tidak selaras dengan budaya Indonesia pada hakikatnya. Dampak negatif yang sangat kita rasakan pada zaman modern ini yakni lebih banyak orang lebih mementingkan dirinya sendiri dari pada orang lain disekitarnya, sikap bergaya hidup mewah,boros,dan bersenang-senang,tindakan konsumsi yang sudah melebihi batas, dan sikap lebih mementingkan kehidupan duniawi dari pada agama.

Dari sikap tersebut mempunyai bukti yang kuat bawah banyaknya dampak negatif dari perkembangan globalisasi pada zaman ini. Makanya budaya harus berdasarkan pancasila sangatlah diperlukan,dan harus diciptakan kepada generasi selanjutnya, agar segala sesuatu yang bersifat negatif dapat dihilangkan supaya tidak berkembang apa lagi dirasakan oleh generasi berikutnya. Maka bangsa Indonesia harus menciptakan nilai-nilai yang mengandung nilai positif supaya bisa membantu dasar negara kita supaya bisa melawan nilai-nilai yang kurang baik dari luar bangsa Indonesia.

Dengan adanya nilai-nilai positif tersebut budaya Indonesia dapat menciptakan budaya yang berdasarkan pancasila, yakni budaya yang baik dan menjadi contoh untuk negara-negara lain apa lagi bangsa Indonesia mempunyai kedudukan sebagai negara yang kaya akan kebudayaan.
Dengan adanya perkembangan globalisasi yang begitu pesat, Indonesia harus mempunyai strategis untuk mengembangkan budaya ini tanpa merusak apa menghilangkan.

Sebagai negara hukum, Indonesia harus memfilter budaya dari luar yang ingin masuk dalam bangsa Indonesia, jika budaya laur masuk didalam bangsa Indonesia dengan membawa budaya yang bersifat positif maka bangsa Indonesia dapat menerimanya dengan baik. Jika budaya dari luar bersifat negatif dan merugikan budaya lain maka hal tersebut harus dibuang atau dilenyapkan dari negara Indonesia.

Penulis: Mario Efren Yamba Kodi, saat ini menjadi Mahasiswa di Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang

  • Bagikan