Keluarga Dan Bak MCK

  • Bagikan

Penulis: Ribka Abigail Tamelab Mahasiswa Semester VII-Fakultas Teknik-Prodi Teknik Sipil-UNWIRA Kupang

Keluarga merupakan bentuk komunitas terkecil, dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat tersebut, setiap keluarga akan dibedakan berdasarkan status yang di miliki. Misalnya status yang ditentukan berdasarkan tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi. Melalui status ini akan di gambarkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bila kita mengkaji secara mendetail soal keseharian keluarga yang status pendidikannya rendah, kehidupan keluarga tersebut cenderung hidup dalam pola hidup yang tidak sejalan dengan perkembangan IPTEK.

Selain itu keluarga-keluarga tersebut cenderung menolak perubahan yang terjadi. Kemudian pada status masyarakat yang ekonominya rendah, akan terlihat dalam pola hidup mereka yang syarat dengan kekurangan. Syarat kekurangan itu dapat di lihat dari bangunan rumah, bangunan sanitasi berupa kakus, kompos dan Bak Mandi Cuci Kakus (MCK). Dari kedua status keluarga tersebut dapat disebutkan bahwa

kondisi sanitasi dan pola hidup sehat sulit di terapkan bagi mereka yang berkekurangan baik dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Bahkan hal yang paling penting untuk dibangun seperti Bak MCK, tidak dimiliki oleh keluarga yang status kehidupannya tergolong miskin dan rendah SDM.

Terkait ketidakmilikinya Bak MCK yang baik/layak dalam kehidupan keluarga, itu ditemukan di lokasi KKN di Jln Air Lobang 3 Sikumana. Dapat disebutkan bahwa 70% keluarga yang berpendidikan rendah dan berekonomi rendah tidak memiliki BAK MCK yang layak. Ketidakmilikinya tempat sanitasi

yang layak di rumah maka Keluarga-keluarga tersebut cenderung mengidap penyakit berupa muntaber, diare, cacingan dan jenis penyakit lainya yang disebabkan oleh ketidaklayakan bangunan sanitasi di rumah keluarga tersebut.

Apa pentingnya Bak MCK bagi keluarga???

MCK merupakan suatu ruangan di mana seseorang dapat mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kadang-kadang, MCK juga dilengkapi dengan wastafel (tempat cuci tangan) dan juga kakus. Kebersihan keluarga yang berpusat di MCK menjadikan kebersihan MCK benar-benar penting.

MCK yang sistem kebersihannya buruk akan mengundang banyak kuman bertumbuh dan pada akhirnya berisiko menimbulkan bibit penyakit dan lingkungan tempat tinggal menjadi tidak sehat.

Pada umumnya, MCK dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu “basah” dan”kering”. Kamar mandi basah biasanya mempunyai sebuah tempat penampungan (bak) air. Dari bak ini orang mencidukkan air dengan gayung yang kemudian disiramkan ke tubuhnya. Kamar mandi seperti ini paling umum digunakan di Indonesia. Hal ini terutama disebabkan karena aliran air tidak selalu terjamin, atau di tempat itu tidak terdapat aliran air, sehingga dibutuhkan sebuah bak penampungan dengan air yang siap digunakan setiap saat.

Kamar mandi kering biasanya menyediakan sebuah tempat khusus untuk orang yang mandi. Cara mandinya pun berbeda, biasanya menggunakan pancuran (bahasa Inggris: “shower”) atau dengan duduk atau setengah berbaring berendam di sebuah bak mandi. Bak besar ini kadang-kadang juga ditambah dengan pancuran sehingga orang tidak harus selalu berendam di bak tersebut. Hal Ini dilakukan untuk lebih menghemat penggunaan air. Kamar mandi kering paling banyak ditemukan di negara-negara Barat, terutama karena aliran airnya lebih terjamin.

Untuk itu berdasarkan kajian sederhana ini ternyata Keluarga dan Bak MCK merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Apapun kondisinya kehidupan Keluarga akan ditentukan melalui bangunan sanitasi yang layak pakai seperti BAK MCK.

Berdasarkan permasalahan ini maka bagi saya, hal yang paling terpenting ialah membangkitkan pengetahuan Keluarga tentang pentingnya hidup sehat. Sebab ada keluarga yang mampu namun SDMnya rendah maka bangunan sanitasinya tidak dibangun baik (secara permanen) .

Sedangkan keluarga yang statusnya miskin bangunan sanitasinya pasti gagal dibangun sebab ekonomi merupakan sendih kehidupan. Bila ekonomi rendah maka SDM dan lain sebagainya ikut terpengaruh.

Permasalahan yang terjadi disekitar lokasi KKN saya,terkait dengan Bak MCK yang ada yaitu, kurangnya pengetahuan tentang bagaiamana membuat Bak yang Baik dan Benar. Permasalahan´┐żpermasalahan itu meliputi,Letak Bak,Ukuran Bak dan Saluran pembuangan air bak,yang sebenarnya merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Letak bak yang dikombinasikan dengan kloset, seharusnya berada disebelah kanan agar memudahkan pengambilan airnya,sering dijumpai bak air terletak disebelah kiri kloset,sehingga menyulitkan pada saat pemakaian. Tidak kalah penting juga untuk merencanakan ketinggian bak air,kadang kita menjumpai bak yang terlalu tinggi sehingga kesulitan

menggambil airnya,atau baknya terlalu rendah sehingga air yang dipakai untuk mandi bisa kembali masuk ke dalam bak.

Tinggi ideal bak bagian luar untuk orang Indonesia adalah 70-75 cm,dan tinggi bagian dalam cukup 60 cm sehingga ada jarak sekitar 10-15 cm agar bisa dipasang pipa pembersih. Seringkali bahkan kebanyakan orang mengabaikan pemasangan pipa pembersih,padahal hal ini sangat penting karena jika diabaikan akan kesulitan dalam proses pengurasan/pembersihan bak.

Dengan adanya Kegiatan KKN-PPM yang saya lakukan yaitu Pembuatan Bak MCK di Jln Air Lobang 3, Sikumana dapat memberikan inovasi/pengetahuan yang lebih kepada keluarga dan masyarakat disekitar lokasi KKN mengenai cara pembuatan bak yang baik dan benar,sehingga kedepannya mereka tidak melakukan kesalahan yang sama dalam pembuatan bak yang sebelumnya kurang baik,menjadi lebih baik,bersih dan sehat tentunya.

Dengan demikian maka hal dasar yang terpenting untuk di dorong ialah Pemerintah dan masyarakat harus melakukan sebuah musyawarah dan mufakat untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,dalam hal Ekonomi dan pengetahuan agar pembangunan Bak MCK disetiap keluarga dapat di bangun sesuai dengan standar pembuatan bak yang baik dan benar. Bila semuanya, diwujudkan maka Keluarga dan Bak MCK di Jln Air Lobang 3, Sikumana dapat disatukan.

 

 

 

  • Bagikan