DARI KAMPUNG UNTUK DUNIA: KONFLIK ISRAEL DAN PALESTINA BUKAN KONFLIK AGAMA

  • Bagikan
Potret anak-anak Desa

Sepanjang sejarah, perseturuhan antara Israel dan Palestina memang menghadirkan perhatian yang serius dari seluruh Negara di dunia. Israel dan Palestina menjadi aikon terpenting dari setiap negara di dunia oleh karena kedua negara ini mewakili dua kepercayaan yang bermayoritas di jagat raya ini. Israel akan dipandang sebagai negara yang mewakili kepercayaan Nasrani dan Palestina akan dipandang sebagai negara yang mewakili kepercayaan kaum muslimin. Dari Latar belakang kepercayaan di kedua negara ini maka secara umum akan memunculkan sebuah pandangan yang sama yaitu konflik Israel dan Palestina adalah konflik Agama. Hal ini terbukti saat beberapa hari ini ketika kedua Negara ini saling menyerang hampir seluruh warganet menyebutkan bahwa konflik dari kedua Negara ini adalah konflik Agama.

Berdasarkan cara pandang ini dikatakan benar apabila dibuktikan dengan berbagai sumber dan data yang akurat.

Berdasarkan sumber wikipedia, disebutkan bahwa Agama yang terdistribusi di Israel pada tahun 2005, yaitu, 76,2% adalah Agama Yahudi, 16,1% adalah Agama Islam, 2,1% adalah Agama Kristen, 1,6%  Druze dan 4,0% merupakan kepercayaan lain. Selanjutnya pada tahun 2020 berdasarkan sumber yang disebutkan dalam rilis media republika menyebutkan bahwa terjadi peningkatan populasi penduduk Israel yang beragama Islam, hingga mencapai 85% pertumbuhanya.

Lalu bagaimana dengan Palestina??? Berdasarkan sumber wikipedia pada tahun 2013, Kristen Palestina berjumlah kurang dari 4% dan sekitar satu juta orang Kristen di dunia yang berkewarganegaraan Palestina. Selanjutya pada tahun 2016, berdasarkan sumber yang disebutkan dalam rilis media Tirto.id, yang mewawancarai Pastor Mitri Raheb terkait kipranya di Palestina secara spesifik menyebutkan bahwa di Palestina sekitar 60.000 umat Kristen terdistribusi di wilayah Gaza dan 120.000 di wilayah Sekamir. Jadi secara keseluruhan umat Kristen yang berdomisili di Palestina berjumlah 180.000 jiwa, hasil wawancara ini terjadi pada 24 Desember 2016. Hingga saat ini penduduk muslim di Palestina sekitar 75% dan penduduk Yahudi Nasrani sekitar 17 %.

Selain populasi penduduk berdasarkan kepercayaan yang telah disebutkan di atas kedua Negara ini juga saat di telusuri ternyata tokoh-tokoh penting yang ditempatkan dalam urusan kenegaraan dan perjuangan di kedua negara ini tidak berlabelkan agama dan kepercayaan misalnya Ahmad Tibi, adalah anggota legislatif dan salah ketua PARPOL di Israel, Abdel R Zuabi anggota peradilan tertinggi Israel, Taleb El-Sana yang merupakan anggota badan legislatif yang baru berhanti pada tahun 2013, Mereka adalah umat Islam bukan Kristen, yang hidup dan berkiprah di Negara Israel. Kemudian untuk Palestina juga memiliki hal yang sama yaitu terdapat tokoh yang beragama Kristen bukan Islam yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan Palestina diantaranya Istri Yasser Arafat, yaitu suha tawil Arafat yang merupakan tokoh dan simbol perjuangan Bangsa Palestina yang paling gigi dalam mendirikan Negara Palestina. Dan juga ada beberapa tokoh Nasrani lain yang tidak dapat disebutkan.

Untuk itu berdasarkan sumber data yang telah disebutkan diatas maka dapat disimpulkan bahwa konflik berdara antara Israel dan Palestina bukan konflik Agama, sebab kedua Negara ini setiap penduduk yang berdomisili didalamnya hingga menduduki jabatan pemerintahan sampai pada tokoh-tokoh perjuangan tidak beragama berdasarkan latar belakang Negara yang diketahui oleh publik selama ini. Lalu apa sebenarnya akar konflik Israel, Palestina???

Bagi saya, konflik Israel, Palestina adalah Konflik perebutan wilayah yaitu wilayah Gaza yang merupakan sumber minyak terbesar. Dari latar belakang inilah konflik kedua Negara ini terjadi. Dan yang memotori segala konflik ini adalah negara-negara Imprealis yang saat ini mengendalikan arah dan kerja PBB. Tidak heran bila konflik  Israel dan Palestina respon PBB tidak secepat yang kita bayangkan.

Dengan demikian maksut dari tulisan ini merupakan bentuk kepedulian dalam menjaga dan melindungi keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia yang kita cintai ini agar tidak terprofokasi dengan berbagai isu yang berlandaskan pada persoalan Agama sebab musuh bersama kita bukan perbedaan agama golongan Ras dan daerah melainkan musuh bersama kita adalah kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan yang diciptakan oleh sistem kapitalisme dari negara-negara Imprealis melalui produk undang-undang dan sistem kerja pemerintahan kita dengan mengubah sistem pemerintahan kita dari sistem pemerintahan demokrasi PANCASILA atau kerakyatan menjadi sistem pemerintahan kapitalistik yang selalu mebuahkan kemiskinan, kebodohan dan ketertingalan.

Ayo bersatu padu tanpa perbedaan dan lawan SISTEM KAPITALISME demi sebuah tatanan baru yang berprikemanusiaan dan berkeadilan demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahterah.

Penulis : Gusty A. Haupunu, Guru di SMA N I Amfoang Barat Laut

  • Bagikan