DALANG KEMISKINAN, DITEMUKAN SAAT DIKSAR BERSAMA LMND-DN EK KUPANG DAN GP AMBAL

  • Bagikan

LMND-DN EK Kota Kupang Dan Gp Ambal Selenggarakan Diksar Bersama Bagi Anggota Baru

Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Dewan Nasional (LMND-DN) Eksekutif Kota Kupang merupakan organisasi gerakan berbasiskan perjuangan bersama kaum tertindas seperti kaum tani, kaum buruh, kaum perempuan, kaum miskin kota, nelayan, mahasiswa, dan pemuda.

Agenda pendidikan dasar (Diksar) bagi anggota baru diselenggarakan di Jalan Lanudal, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, dihadiri 12 orang anggota baru, dimulai pada tanggal 14-16 Mei 2021.

Pendidikan dasar LMND-DN bertujuan bukan hanya memperbesar massa untuk sadar akan posisinya sebagai kelas tertindas dalam hal teori, tetapi juga menuntut untuk sadar secara teori dan praktik dalam menyikapi setiap isu persoalan yang dialami oleh massa rakyat tertindas baik di daerah, kota, nasional, maupun internasional.

Hal ini disampaikan oleh Iven Mukin, salah satu anggota aktif yang menempati struktur Departemen Pendidikan dan Kaderisasi di LMND-DN Ek Kota Kupang, ketika dikonfirmasi media ini, minggu (16/05/2021).

“Menurutnya, pendidikan dasar LMND-DN merupakan hak bagi setiap anggota baru untuk menuntut kepada organisasi agar segera melaksanakan pendidikan dasar organisasi, sehingga memperoleh hak pengakuan sebagai anggota yang sah, dikarenakan LMND-DN secara nasional hingga kedaerahan, selain berjuang bersama kaum tertindas, juga merupakan organisasi progresif revolusioner yang berbasis kerakyatan,”jelasnya.

“Dalam kegiatan pendidikan dasar di LMND-DN, bagian dari upaya penyadaran terhadap mahasiswa yang berasaskan demokrasi kerakyataan untuk bisa memperluas ide dan gagasan revolusioner sebagai rasa kemanusiaan, solidaritas, serta memperluas pengetahuan akan situasi politik, ekonomi, hukum, budaya, dan pendidikan, “ungkapnya.

“Disisi lain, memperbesar massa untuk sadar akan kelasnya (kelas tertindas), itu sudah menjadi tugas utama mahasiswa atau kaum muda sebagai pelopor perjuangan, karena menjadi pemuda dan mahasiswa tanpa ada rasa peka terhadap isu kemanusiaan di lingkungan sekitarnya adalah kesia-siaan sebagai generasi penerus perubahaan itu sendiri,”katanya.

“Anggota baru yang sudah selesai mengkuti agenda pendidikan dasar dari awal sampai akhir bisa bertanggungjawab penuh terhadap organisasi, disiplin, serta menjungjung tingi demokrasi kerakyatan sebagai asas dasar LMND-DN dan harus memperkuat proses ideologisasi dengan banyak membaca teori-teori yang lebih ilmiah, progresif, dan revolusioner, yang kemudian mepraktikannya pada momentum-momentum perjuangan selanjutnya,”harapnya.

“Sementara hal senada disampaikan oleh Yufen Bria, yang merupakan koordinator diskusi Organisasi Gerakan Pemuda Amfoang Barat Laut (Gp Ambal) bahwa agenda pendidikan dasar tersebut diselenggarakan bersama organisasi Gp Ambal, karena Gp Ambal adalah organisasi sekawan dengan LMND-DN Ek Kota Kupang, baik secara teori, praktik, maupun prinsip dalam perjuangan pun sama, “terangnya.

“Sistem ekonomi politik kapitalisme yang merupakan dalang kemiskinan dan penindas bagi masyarakat klas bawah memaksakan setiap lapisan rakyat miskin untuk semakin sadar akan posisinya dengan membaca teori-teori revolusioner sebagai wujud konkrit dalam melihat persoalan yang terjadi, oleh karena itu kesadaran dari mahasiswa terkhususnya harus terus mengelorakan semangat perjuangan bersama kaum tertindas hari ini, “jelas Yufen.

“Lanjut Yufen, setelah selesai Diksar, tugas Gp Ambal akan mengagendakan diskusi mingguan terkait persoalan-persoalan terkhususnya yang ada di kampung seperti Dana Desa yang tidak transparan, manajemen Bumdes yang kurang efektif, penyelewengan anggaran pemberdayaan paronisasi sapi tahun 2020 di Desa Honuk, serta persoalan daerah maupun nasional “imbuhnya.

Penulis: GH

  • Bagikan